RANCANGAN LAPOARAN KKN DI LAMPUNG BARAT


Kata Pengantar



Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Rabb yang menanamkan ketenangan (sakinah) kepada kaum muslimin dan memberikan hidayah untuk selalu berada dalam keimanan dan ketakwaan. Shalawat dan salam  senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW, kepada Ahlulbaitnya, para sahabat, tabi’iuttabiin, dan kepada mereka yang tetap berpegang teguh dalam keyakinan Islam sampai Hari Pembalasan.
Penyusunan laporan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu ucapan terima kasih  disampaikan kepada:
1.        Prof. Dr. Hj. Enizar, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.
2.        Panitia Pelaksana Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) periode II IAIN Metro 2018.
3.        Wahyu Setiawan,M.Ag selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
4.        Azwar selaku Peratin Pekon Lintik, kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisisr Barat.
5.        Tokoh masyarakat, bapak, ibu, remaja serta seluruh lapisan masyarakat Pekon Lintik.
6.        Semua rekan-rekan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) periode II IAIN Metro pada umumnya.
Kami dari rekan-rekan KPM periode II IAIN Metro mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan serta bantuan semua pihak yang diberikan dengan tulus ikhlas kepada kami. Mohon maaf kami haturkan apabila selama pelaksanaan KPM dan penyusunan laporan ada kesalahan baik dalam perbuatan dan perkataan.

Metro,............ 2018
Penyusun,


( Kelompok KPM)


Daftar Tabel

Tabel 1 Struktur Aparat Pekon Lintik
Tabel 2 Keadaan Monografi Pekon Lintik
Tabel 3 Batas  Wilayah Pekon Lintik
Tabel 4 Luas Tanah Menurut Penggunaaan
Tabel 5 Jumlah Kependudukan Pekon Lintik
Tabel 6 Daftar Kelembagaan Pekon Lintik
Tabel 7 Peta Pekon Lintik





Daftar Gambar
Gambar 1 Silaturahmi Ke Rumah Warga
Gambar 2 Creatif Learning di TPA dan SD
Gambar 3 Mengajarkan Mawalan
Gambar 4 Jumat Bersih
Gambar 5 Belajar Ala Berjanji Di Pondok Pesantren
Gambar 6 Pengajian Rutin
Gambar 7 Pengembangan Kerajinan Tangan
Gambar 8 Sosialisasi Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Gambar 9 Pembuatan Kuliner
Gambar 10 Sosialisasi Zakat
Gambar 11 Pembuatan Nama Gang Jalan
Gambar 12 Pembuatan Gapura Mini
Gambar 13 Peringatan HUT RI
Gambar 14 Perlombaan HUT RI
Gambar 15 Latihan Menari
Gambar 16 Penyuluhan Dan Sosialisasi Posyandu
Gambar 17 Senam Kesehatan
Gambar 18 Taman Baca
Gambar 19 Apotik Hidup



Ringkasan Eksekutif























Prolog























BAB I
PENDAHULUAN

A.    DASAR PEMIKIRAN
KPM adalah singkatan dari Kuliah Pengabdian Masyarakat. KPM merupakan suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan salah satu bagian dari Tri Dharma Penguruan Tinggi. Tujuan diadakannya kegiatan KPM agar mahasiswa semakin matang dengan disiplin keilmuannya dan berupaya mewujudkan Pendidikan yang langsung dialami oleh mahasiswa. Jadi tidak hanya sekedar materi tetapi yang lebih penting adalah pengaplikasian dari teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah. Teori-teori tersebut diterapkan dalam lingkungan masyarakat karena terkadang teori-teori yang didapatkan dibangku kuliah tidak sama dengan kenyataan yang ada dilingkungan.
Melalui kegiatan KPM, mahasiswa diharapkan mampu untuk mengenal lingkungan masyarakat secara langsung dengan segala permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang timbul di lingkungan masyarkat membuat mahasiswa akan berpikir dan berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Kegiatan KPM , diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa menuju ke dunia kerja yang cakupannya lebih luas daripada dunia perkuliahan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka kegiatan KPM dianggap penting dan harus diselenggarakan.

B.     KONDISI UMUM PEKON
1.      Karakteristik wilayah
Pekon Lintik secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat  merupakan daerah yang terletak di daerah dataran  dengan kondisi pekon aman dan damai. Dengan luas wilayah + 380 Ha.
Pekon Lintik sebelah Utara berbatasan dengan Pemerihan dan  Way Redak, sebelah Barat berbatasan dengan Pekon Sukajadi dan Pekon Walur, sebelah Selatan Samudra Hindia dan sebelah Timur berbatasan dengan Pekon Padang Haluan. Dan secara geografis pekon Lintik ini merupakan potensi dalam bidang pertanian dan pembuatan bata.
2.      Karakteristik Penduduk
           Jumlah penduduk Pekon Lintik Kecamatan  Krui Selatan Kabupaten pesisir Barat sejumlah  1.239  jiwa  yang terbagi dalam 373 KK dengan luas wilayah ± 380 Hektare.
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki sejumlah 607 jiwa, lebih kecil dibanding jumlah perempuannya sejumlah 632  jiwa. Ditinjau dari pendidikan terakhir masyarakat Pekon Lintik yaitu 293 orang tidak lulus SD, 399 orang lulusan SD/sederajat, 297 orang lulusan SLTP/sederajat, 149 orang lulusan SLTA/SMA, dan 57 orang lulusan S-1 Ke atas.
3.      Kondisi Sosial dan Ekonomi
Kondisi ekonomi pekon Lintik didominasi sektor pertanian,memngingat luas lahan pertanian Pekon Lintik  memang cukup luas. Modal dasar yang cukup potensial ini tidak berkembang karena sumber daya air yang tidak mendukung. Hal ini disebabkan karena posisi pekon Lintik  sawah tadah hujan. Kondisi seperti ini, secara lansung berpengaruh pada tingkat penghasilan masyarakat pekon Lintik. Akibatnya Tingkat pendapatan mereka belum seutuhnya mencukupi kebutuhan hidup, karena harga barang tidak sebanding dengan penghasilan yang di peroleh.
Sesuai dengan kondisi pekon yang merupakan daerah agraris maka struktur ekonominya lebih dominan kepada sektor pertanian. Penghasilan lain diperoleh dari sektor-sektor perikanan, nelayan, jasa industri, perkebunan, peternakan, pertukangan, tabong bata dan lain-lainnya.
Tingkat Pertumbuhan sektor lainnya diluar sektor unggulan/dominan, sangat memungkinkan berkembang apabila ada perhatian dari pemerintah dengan membuka jalur pemasaran serta pembinaan dan bantuan permodalan.

C.     PERMASALAHAN
Permasalahan yang masih ada dalam  kehidupan masyarakat terkait bidang agama umum yang berkaitan dengan pengembangan TPA, Bidang Khusus yang berkaitan dengan Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Dini dan  di bidang Penunjang tentang Sosial Ekonomi berkaitan dengan Jum’at Bersih. Namun, dari berbagai permasalahan yang ada penulis  memilih isu yang mendukung terkait bidang-bidang tersebut menjadi fokus program kerja individu sehingga program yang dijalankan dapat bermanfaat bagi masyarakat Pekon Lintik.

D.    FOKUS DAN PRIORITAS PROGRAM
1.      Fokus Program
Belum optimalnya  kegiatan  masyarakat Pekon Lintik dalam  bidang agama, dan bidang sosial ekonomi sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, fokus program penulis  dalam  melakukan pendampingan terhadap kegiatan bidang agama, dan bidang Sosial Ekonomi, dilakukan dalam  taraf kegiatan yang menunjang dalam bidang-bidang tersebut sehingga dapat meningkatkan iman dan takwa  masyarakat agar melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui bidang agama, program  yang dilakukan difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang meliputi pengembagan TPA, dan di khususkan pada pengenalan tentang pentingnya menabung sejak dini yang menjadi pedoman bagi anak-anak bahwa menabung sejak dini kan menumbuhkan kepribadian hidup hemat dan tidak boros.
Sasaran yang ingin dicapai adalah kesadaran anak-anak bahwa menabung sejak dini itu sangat penting karena bisa menjadikan kepribadian anak lebih hemat, dan tidak boros.  Perkembangan lembaga pendidikan al-Qur’an yang begitu pesat menandakan makin meingkatnya kemampuan kesadaran masyarakat. akan pentingnya kemampuan baca tulis al-Qur’an dan keberadannya di Indonesia.[1] Adapun dalam bidang penunjang meliputi bidang sosial ekonomi.

2.      Prioritas Program
khususkan pada pengenalan tentang Pentingnya menabung sejak dini,  yang menjadi pedoman bagi anak-anak bahwa menabung itu sangat penting untuk kehidupan dimasa depan. Sasaran yang ingin dicapai adalah agar anak-anak mau menabung sejak dini dirumah atau disekolahan.

E.     SASARAN DAN TARGET
Salah satu dharma perguruan tinggi negeri adalah pengabdian kepada masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa salah satu tugas perguruan tinggi adalah mengabdikan diri terhadap masyarakat semaksimal mungkin. Program pengabdian terhadap masyarakat ini dilaksanakan dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan serta memanfaatkan berbagai penelitian ke dalam lingkungan masyarakat melalui sosialisasi. Pengabdian pada masyarakat yang diterapkan melalui Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Bentuk pengabdian yang dilakukan antara lain pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat, pelayanan kepada masyarakat, serta perbaikan infrastruktur tempat pelaksanaan KPM. Dalam pelaksanaannya khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat (KPM), sasaran pengabdian program ini yaitu, Anak-anak Pekon Lintik.

F.      JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM
1.      Jadwal Kegiatan TPA

NO
HARI/TANGGAL
TPA
1
Sabtu, 11 Agustus 2018
POSKO KPM
2
Minggu, 12 Agustus 2018
POSKO KPM
3
Senin, 20 Agustus 2018
POSKO KPM
4
Selasa, 21 Agustus 2018
POSKO KPM
5
Senin, 27 Agustus 2018
POSKO KPM
6
Selasa, 28 Agustus 2018
POSKO KPM
7
Rabu, 29 Agustus 2018
POSKO KPM
8
Senin, 3 September 2018
POSKO KPM
9
Selasa, 4 September 2018
POSKO KPM
10
Rabu, 05 September 2018
POSKO KPM
11
Senin, 10 September 2018
POSKO KPM
12
Selasa, 11 September 2018
POSKO KPM
13
Rabu, 12 September 2018
POSKO KPM
3.      Progja keagamaan khusus terlaksana pada hari Jum’at tanggal 07 September 2018 di SD N Lintik.

1.      Jadwal Progja Penunjang

No
Hari/Tanggal
Tempat
1
Senin, 20 Agustus 2018
Masjid Daman Huri
2
Jum’at, 31 Agustus 2018
Masjid
3
Jum’at, 07 September 2018
Masjid
4.      Pendanaan
1.      Anggaran dana


2.      Sumber Dana
Anggaran dan sumber dana bersal dari mahasiswa KPM, dan Dana pekon.
5.      SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Penyusunan program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KPM berdasarkan masalah dan potensi yang ada di masyaraat. sehingga program kerja tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Penyusunan laporan akhir indivdu memperhatikan faktor-faktor berikut:
a.       Tujuan dan kegunaan rencana yang disusun
b.      Jenis laporan akhir yang mendorong terciptanya kerja sama antara peserta KPM dengan pemerintah maupun masyarakat
c.       Pengaruh dari pelaksanaan program kerja yang dilakukan.
































BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A.    Metode Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat
 (PAR , ABCD, Metode Intenvensi Sosial Atau
Metode Lainnya)

1. Participatory Action Research (PAR)
Participatory Action Research (PAR)[2] adalah metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara warga masyarakat dalam suatu komunitas aras bawah yang semangatnya untuk mendorong terjadinya aksi-aksi transformatif melakukan pembebasan masyarakat dari belenggu ideologi dan relasi kekuasan (perubahan kondisi hidup yang lebih baik). Dengan demikian, sesuai istilahnya PAR memiliki tiga pilar utama, yakni metodologi riset, dimensi aksi, dan dimensi partisipasi. Artinya, PAR dilaksanakan dengan mengacu metodologi riset tertentu, harus bertujuan untuk mendorong aksi transformatif, dan harus melibatkan sebanyak mungkin masyarakat warga atau anggota komunitas sebagai pelaksana PAR-nya sendiri.
PAR merupakan kegiatan riset yang berbeda dengan metode penelitian ilmiah lainnya yang biasa dilakukan oleh para akademisi, lembaga survey, dll. Di dalam metode penelitian ilmiah pada umumnya seorang researcher menjadikan suatu kelompok masyarakat hanya sebagai objek yang diteliti untuk mendapatkan suatu inti permasalahan tanpa memberikan perubahan (transformasi) nilai di dalam suatu masyarakat tersebut.
2.      Asset Based Community Development (ABCD)
ABCD (Asset Based Community Development), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh pemuda atau komunitas masyarakat. Masyarakat merupakan aset yang berharga bagi sebuah desa. Adanya pemuda merupakan generasi penerus untuk melanjutkan dan mengisi pembangunan yang berlangsung atau yang akan datang. beragaman masyarakat desa dapat digabungkan dengan melihat keterampilan atau potensi yang ada pada setiap masyarakat. Ketrampilan dari setiap masyarakat di jadikan satu dalam wadah kelompok ibu PKK.
Dengan adanya sebuah agrowisata bisa menjadikan sebuah kemajuan bagi masyaraka untuk mengembangkan desanya agar bisa meningkatkan ekonomi. Dan disebuah lembaga masyarakat bisa menjadikan perubahan yang berkelanjutan. Perubahan ini bisa mengikutkan partisipasi aktif bagi warga desa sehingga bisa mengetahui perubahan yang diinginkan dan bisa melanjutkan kedepannya. Dalam Metode ABCD memiliki lima langkah kunci untuk melakukan proses riset pendampingan diantaranya:
1.      Discovery (Menemukan)
Proses menemukan kembali kesuksesan dilakukan lewat proses percakapan atau wawancara dan harus menjadi penemuan personal tentang apa yang menjadi kontribusi individu yang memberi hidup pada sebuah kegiatan atau usaha. Pada tahap discovery, kita mulai memindahkan tanggung jawab untuk perubahan kepada para individu yang berkepentingan dengan perubahan tersebut yaitu entitas lokal. Pendamping melakukan wawancara kepada masyarakat Petani padi dan kelapa tentang berkembangnya usaha penanaman padi dan kelapa.

Wawancara tersebut dapat digiring untuk mengetahui aset dan potensi yang ada. Wawancara ini bersifat cerita antara masyarakat dengan pendamping sehingga yang banyak berbicara nantinya adalah masyarakat petani agrowisata. 
2.      Dream (Impian)
Dengan cara kreatif dan secara kolektif melihat masa depan yang mungkin terwujud, apa yang sangat dihargai dikaitkan dengan apa yang paling diinginkan. Pada tahap ini, setiap orang mengeksplorasi harapan dan impian mereka baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk organisasi. Sebuah mimpi atau visi bersama terhadap masa depan yang bisa terdiri dari gambar, tindakan, kata-kata, dan foto.
Setelah melakukan wawancara kepada masyarakat agrowisata pendamping mulai mengetahui impian atau keinginan masyarakat Pekon Walur. Setelah mengetahui keinginan atau impian maka langkah selanjutnya yaitu merancang sebuah kegiatan untuk memenuhi impian masyarakat
3.      Design (Merancang)
Proses di mana seluruh komunitas (atau kelompok) terlibat dalam proses belajar tentang kekuatan atau aset yang dimiliki agar bisa mulai memanfaatkannya dalam cara yang konstruktif, inklusif, dan kolaboratif untuk mencapai aspirasi dan tujuan seperti yang sudah ditetapkan sendiri.
Proses merencanakan ini merupakan proses cara mengetahui aset-aset yang ada pada masyarakat Pekon Walur. Aset yang terlihat di wilayah Peko Walur adalah padi dan kelapa. Aset ini yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi impian masyarakat Pekon Walur.


4.       Define (Menentukan)
Kelompok pemimpin sebaiknya menentukan ‘pilihan topik positif’: tujuan dari proses pencarian atau deskripsi mengenai perubahan yang diinginkan. Pendampingan dengan masyarakat terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD). Pada Proses FGD pendamping dan masyarakat menetukan fokus pembahasan.
Fokus pembahasan yang akan dibahas berupa hal yang positif. Poses FGD tersebut bisa berjalan dengan lancar kalau sudah disepakati pembahasan yang akan dibahas dalam diskusi antara pendamping dan masyarakat Pekon Walur.
5.       Destiny (Lakukan)
Serangkaian tindakan inspiratif yang mendukung proses belajar terus menerus dan inovasi tentang“apa yang akan terjadi.” Hal ini merupakan fase akhir yang secara khusus fokus pada cara-cara personal dan organisasi untuk melangkah maju. Langkah yang terakhir adalah melaksanakan kegiatan yang sudah disepakati untuk memenuhi impian masyarakat dari pemanfaatan aset. Selain untuk memenuhi impian masyarakat agar berkembangnnya kelapa dan padi bisa meluas.
Teori pada dasarnya adalah petunjuk (guide) dalam melihat realitas di masyarakat. teori dijadikan pola pikir dalam memecahan suatu masalah yang ada masyarakat. Pendampingan ini menggunakan pendekatan teori Asset Based Community Development (ABCD), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh masyarakat. Untuk kemudian digunakan sebagai bahan yang memberdayakan masyarakat itu sendiri.



BAB III
KONDISI PEKON

A.    Sejarah Singkat Pekon
Sistem pemerintahan nasional sebagai rangkaian mata rantai sistem pemerintahan mulai dari Pusat, Daerah, dan Pekon, maka Pekon  merupakan mata rantai yang hampir segala asfek menunjukan betapa beratnya kedudukan dan kewajiban Pekon  dalam konstalasi pemerintahan, Pekon  adalah yang menjadi pertautan terakhir dengan masyarakat yang akan membawanya ke tujuan akhir yang telah digariskan sebagai cita-cita bersama.

Fakta lain sejak jaman dahulu baik masa kerajaan, penjajahan Belanda maupun pasca kemerdekaan, masyarakat Pekon  adalah kelompok elit perkotaan. Marginalisasi tersebut disebabkan berbagai keterbatasan yang disandang masyarakat Pekon, seperti tingkat pendidikan yang rata-rata masih rendah, pendapatan perkapitanya kecil, maupun fasilitas sosial yang dimilikinya.

Pada masa sekarang ini, peranan pemerintah Pekon  sebagai struktur perantara yakni sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, bahkan ditambah dengan peranan lainnya yaitu sebagai agen pembaharuan. Pekon  atau dengan nama lainnya yang sejenis menurut konstitusi memperoleh perhatian istimewa. Berbagai bentuk perubahan sosial yang terencana dengan nama pembangunan guna meningkatkan harkat dan derajat masyarakat Pekon  diperkenalkan dan dijalanlkan melalui Pemerinatah Pekon .

Untuk dapat menjalankan peranannya secara efektif dan efisien, pemerintah Pekon  perlu terus dikembangkan sesuai dengan kemajuan  masyarakat Pekon  dan lingkungan sekitarnya. Dengan perkataan lain, perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Pekon  karena adanya gerakan pembangunan Pekon  perlu diimbangi pula dengan pengembangan kapasitas pemerintahan Pekon-nya.
Kegiatan pembangunan nasional dengan segala ukuran keberhasilan dan dampak positif serta negatifnya, tidak terlepas dari kerja keras dan pengabdian aparat Pemerintah Pekon. Meskipun demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi di masyarakat Pekon  misalnya masalah pengangguran, kemiskinan, ketimpangan distribusi pendapatan, ketidakseimbangan struktural maupun keterbelakangan pendidikan.

B.     Letak Geografis Pekon
Sejarah dari pemberian nama Lintik  berasal dari Kata Lentik ,Karena Pekon Lintik Kalau dipandang dari Pekon Tanjung Setia berada ditengah – tengah Lautan yang kelihatannya Lentik sekali ,Oleh karena itu maka Pekon Kami Tersebut dinama kan Pekon Lintik . Masyarakat terdahulu Mengenal nama Pekon ini dengan nama padang Negri namun setelah dihuni oleh beberapa tetua jaman dahulu, Sehingga atas kesepakatan bersama maka pekon Ini di beri nama Pekon Lintik.
Pekon Lintik secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat  merupakan daerah yang terletak di daerah dataran  dengan kondisi pekon aman dan damai. Dengan luas wilayah + 380 Ha.
1.      Potensi Umum
a.      Batas Wilayah
Batas
Pekon /Kelurahan
Kecamatan
Sebelah Utara
Pemerihan dan Way Redak
Pesisir Tengah
Sebelah Barat
Suka Jadi dan Walur
Krui Selatan
Sebelah Selatan
Samudra hindia
Krui Selatan
Sebelah Timur
Padang Haluan
Krui Selatan

b.      Penetapan Batas Pekon  dan Peta Wilayah
Penetapan Batas Pekon
Dasar Hukum
Peta Wilayah
Sudah ada/ belum ada
Perdes Nomor ……..
Tidak Ada

2.      Luas menurut penggunaan
No
Penggunaan lahan
Luas ( Ha )
1
Tanah sawah
85  Ha
2
Tanah Pemukiman
51  Ha
3
Kebun Rakyat
120  Ha
4
Tanah Pekarangan
127  Ha
5
Kuburan
2 Ha
6
Hutan Neara
-
7
Perkantoran
0,5  Ha
8
Sarana Pendidikan
1,5  Ha
9
Sarana Ibadah
0,5  Ha
10
Lain – lain
0  Ha
Jumlah
380  Ha

3.      Iklim
Curah hujan
300
Mm
Jumlah bulan hujan
7
Bulan
Suhu rata-rata
35
0 C
Ketinggian rata-rata
5
m/dpl

4.      Orbitasi
Jarak ke Ibukota Kecamatan
2
KM
Waktu tempuh
10
Menit
Kendaraan
Angkutan  dan Ojek
Jarak ke Ibukota Kabupaten
7
KM
Waktu tempuh
0,5
Jam
Kendaraan
Angkutant dan ojek
Jarak ke Ibukota Provinsi
225
KM
Waktu tempuh
6-7
Jam
Kendaraan
Bis ,travel

C.     Struktur Penduduk

PEMERINTAHAN PEKON
Berdasarkan Peraturan Pekon Lintik Nomor 01 Tahun 2017 Tentang Pengukuhan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Pekon Struktur Organisasi Pemerintahan Pekon tahun 2017  antara lain :
• Peratin                                                          : A Z W A R
• Sekretaris Pekon                                           : MUZANNI
• Perangkat Pekon  Lainnya terdiri dari                      :
Kepala Urusan Administrasi               : HARTANTO
Kepala Urusan Perencanaan                :TOHIR JUNAIDI
Kepala Urusan Keuangan                   :MAYA ARINTI
Kasi Teknis Penbangunan                   : RUSWANDI
Kasi Teknis Pemerintahan                   : HERLIYANTI
Kasi Teknis Pemberdayaan                 : DONA EFRIZAL
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI I                       : DEWI SANTRI
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI II          : PADHILLAH
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI III        : DONA FIKSI YANTI
• Kepala Pemangku WAI MAYAH               : RIZWAN
• Kepala Pemangku Suka Banjar                    : ALEK SANDER

2. LEMBAGA HIMPUNAN PEMEKONAN  (LHP) 
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005, bahwa Pemerintahan Pekon  adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Pekon  dan Lembaga Himpunan Pemekonan  dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat, juga ditegaskan  bahwa LHP adalah Lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pekon  sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Pekon , sesuai perturan tersebut  dapat disimpulkan bahawa dimana ada Pekon  disitu pasti ada LHP.
SUSUNAN STRUKTUR LHP PEKON LINTIK
          Ketua                                           : M.KUSAIRI
         Wakil Ketua                                  : ZAHRI
         Sekretaris                                      : MAT YANIS
         Anggota                                        :1. JULI IRAWAN
                                                             2. ALI PAUZI
D.    Sarana Dan Prasarana
1.      PELAKSANAAN KESEKRETARIATAN
Dalam meleksanakan kesekretariatan Sekretaris Pekon  sebagai penangungjawab pelaksanaan kegiatan bertanggungjawab kepada kepala Pekon  di bantu oleh beberapa Kepala Urusan,  kegiatan sekretariat dimaksud meliputi :
Administrasi Pemerintahan , Aministrasi Pembangunan, Administrasi Kemasyarakatan serta administrasi lainnya yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat dan pemerintahan yang lebih luas, buku-buku penunjang administrasi tersebut antara lain :

1. Buku Administrasi Pemerintahan Pekon 
·                Buku Peraturan Pekon
·                Buku Keputusan Pekon
·                Buku Inventaris Kekayaan Pekon
·                Buku Agenda Surat Masuk
·                Buku Agenda Surat Keluar
·                Buku Data Aparat Pekon
·                Buku-buku Pertanahan
2. Buku Administrasi Kependudukan
·                Buku Induk Penduduk
·                Buku Perubahan Penduduk
·                Buku Penduduk Sementara
·                Buku Perkembangan Penduduk
3.Buku Administrasi Keuangan
·                Buku Anggaran
·                Buku Kas Umum
·                Buku Kas Pembantu
·                Buku Bank
·                Buku Pajak
4. Buku Administrasi Lainnya :
·                Buku Register Keterangan-keterangan
·                Buku Register Kelakuan Baik
·                Buku Register NTCR
·                Buku Register Izin Rame-rame
·                Buku Register Kejadian / Kamtibmas
·                Buku Register KTP / KK
·                Buku Register Kredit Bank
·                Buku Data Tokoh Masyarakat
·                Buku Notulen Rapat dan buku-buku lain sesuai kebutuhan.

2.      PELAKSANAAN  KEGIATAN PEMBANGUNAN
Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Pekon Lintik  pada tahun 2017 antara lain :
1.        Pembangunan Fisik  diantaranya    :
A.       Pembangunan Gedung Taman Belajar Keagamaan ( TBK )
B.       Pembangunan Pembukaan Badan Jalan 455 Meter .
C.        Pembangunan Rabat Beton 455 Meter .

2.        Pembangunan Non Fisik  :
·         Bidang Pertanian .
                           Yaitu Membuka Jalan Untuk Akses Transportasi Pengangkutan Hasil Pertanian .

·          Bidang Kesehatan

1.Pelaksanaan kegiatan  POSYANDU, yang meliputi kegiatan penimbangan dan pemeriksaan yang rutin dilaksanakan setiap 1 bulan 1 kali oleh kader Posyandu,Kader PKK ,Bidan Pekon  dan dinas terkait dan dikelola oleh Kader-kader terlatih.

2.Pemberian Bantuan Makanan Tambahan bagi Bayi dan Balita 
3.Pengadaan Alat-Alat Untuk Kegiatan Kader Posyandu , Yakni :
                      a. Tabung Oksigen
                      b. Almari Tempat Penyimpanan Obat .
                      c. Meja dan Kursi Untuk Kelengkapan Gedung Postu Untuk Kader .

·     Bidang Ekonomi dan Sosial .
1.      Permberian Bantuan Insengtif Pada Guru Ngaji .
2.      Pemberian Bantuan Insentip Pada Imam Masjid
3.      Pemberian Bantuan Insentif Pada Guru Paud

3. PELAKSANAAN KEGIATAN KEMASYARAKATAN
A. ORGANISASI KEMASYARAKATAN
Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Pekon Lintik  pada tahun 2017 antara lain :
1.          Lembaga  Pemberdayaan Masyarakat Pekon  (LPMP)
2.          Tim Penggerak Pemberdayaan  Kesejahteraan Keluarga  (TP.PKK)
3.          Karang Taruna
4.          GAPOKTAN
5.          Pengurus /Panitia Pembangunan Masjid
6.          Ibu-ibu Pengajian
7.         Ibu-ibu Mawalan
B. KEGIATAN KEMASYARAKATAN
     1. Pengajian  tingkat Pekon  dan kegiatan keagamaan lainnya, telah rutin dilaksanakan baik         tingkat Pekon  maupun tingkat kecamatan
     2. Melaksanakan MUSRENBANG baik tingkat Pemangku, Pekon  dan  juga  tingkat kecamatan.
C.  PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN.
       Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan diatas banyak masalah-masalah yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan antara lain :

1.      Tidak terpenuhinya anggaran sesuai rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon  yang ditetapkan dikarena pendapatan yang kurang memenuhi target anggaran.

2.      Masih belum terlaksananya Tupoksi Tugas dan kewajiban baik perangkat Pekon , LHP Juga Organisasi Kemasyarakatan karena keterbatasan kemampuan (SDM)  dan sarana prasana  penunjang yang ada.

3.       Masih perlunya ditingkatkan kesadaran sebagian masyarakat untuk berperan aktip dalam menunjang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

        Adapun upaya-upaya penyelasaian yang telah dilaksanakan :

1.      Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkai
2.       Pembenahan struktur aparat pemerintah Pekon  dan Organisai Kemasyarakatan
3.       Pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pembangunan
       4. Mengikutsertakan aparat Pekon  dalam setiap kegiatan pelatihan
        5. Melaksanakan penyuluhan pada masyarakat dalam berbagai kesempatan   yang ada
BAB IV
HASIL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN


A.    KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
1.       Uraian Masalah
Adapun masalah-masalah yang ditemukan oleh mahasiswa di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat sebagai berikut:
·         Minimnya pengetahuan tentang ilmu keagamaan
·         Minimnya pengetahuan tentang pemasaran melalui media sosial
·         Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan

2.      Pemecahan Masalah
Dari pemaparan di atas mengenai masalah-masalah yang di hadapi oleh mahasiswa KPM selama berada di lokasi KPM adapun pemecahan dari masalah tersebut adalah:
·         Memberikan pengetahuan ilmu keagamaan kepada anak-anak pekon lintik. Karena TPA yang ada di pekon lintik hanya mengajarkan baca tulis al-quran, sedangkan ilmu pengetahuan tentang keagamaan tidak diajarkan. Seperti mengajarkan doa sehari-hari, bacaan sholat.
·         Memberikan pemahaman masyarakat akan strategi pemasaran yang benar. Pemasaran-pesaran dapat dilakukan melalui media sosial, seperti instragram, line, whatsapp, facebook, dan lain-lain.
·         Mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga serta membersihkan lingkungan, sehingga lingkungan yang ada di pekon lintik menjadi bersih dan sehat.



B.     BENTUK DAN HASIL KEGIATAN PENGABDIAN

Selama masa perencanaan program KPM, tidak banyak kegiatan yang kami persiapkan untuk dilaksanakan di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan kami mengenai kondisi, budaya serta kebutuhan di Pekon Lintik. Kami hanya merencanakan sedikit kegiatan sebelum keberangkatan KPM. Kegiatan-kegiatan KPM yang dilakukan sudah kami sesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan Pekon Lintik.
 Kami tiba di lokasi KPM tanggal 9 Agustus 2018. Program yang kami rencanakan serta laksanakan dalam kegiatan KPM telah melalui proses observasi kebutuhan dan disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dalam pelaksanaannya. Adapun kegiatan yang telah kami laksanakan adalah sebagai berikut :
1)      Kegiatan Pemeliharaan Masjid
Kegiatan ini dipilih sebagai salah satu proker kami berdasarkan pertimbangan kelompok akan pemberdayaan masjid di pekon lintik yang kurang berjalan sempurna. Pemeliharaan masjid yang kami lakukan selama kegiatan KPM meliputi pembersihan masjid minimal 1 minggu sekali yaitu dihari Jumat.
Saat melakukan program pemberdayaan masjid tidak banyak kendala yang kami alami. Kegiatan membersihkan masjid berjalan dengan lancar. Pembersihan masjid dilakukan mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan tempat wudhu, serta mengelap kaca dan debu di mimbar.

2)      Kegiatan selanjutnya kami memulai dengan keterampilan masyarakat
Kegiatan ini mengajari anak-anak membuat celengan dari bahan kardus yang dilapisi dengan kain flanel, dalam kegiatan ini anak-anak diajarkan membuat celengan dengan kreatif diiringin dengan bimbingan dari kami mereka mengikuti arahan yang di berikan kami. Kegiatan ini dilakukan di posko tampat kita tinggal. Dalam hal ini banyak faktor yang mendukung kegiatan kami ini agar dapat berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan mental dan pastisipasi dari anak-anak.

3)      Kegiatan kami setelah itu  melakukan taman baca
Kegiatan taman baca ini kami lakukan setiap hari Jumat-Sabtu. Kegiatan yang kami selenggarakan merupakan bermain belajar menyenangkan yang merupakan kegiatan belajar sambil bermain. Bermain Belajar Menyenangkan ini kami lakukan dengan cara mengajak anak-anak di sekitar rumah untuk belajar bersama atau untuk menanyakan tugas PR mereka yang diberikan oleh guru tetapi mereka tidak mengetahui cara mengerjakannya.
Selain itu kami juga bermain sambil belajar untuk memberikan inspirasi terhadap anak-anak di sini untuk lebih giat dan senang terhadap belajar. Kami belajar dengan anak-anak Pekon Lintik dengan jadwal  yang sudah kami atur berbeda pada setiap harinya dengan bergiliran mengajari anak-anak tersebut.

4)      Kegiatan mengadakan senam bersama
Kegiatan ini dilakukan oleh ibu-ibu Pekon Lintik yang diadakan pada hari Kamis dan hari Minggu.

5)      Kegiatan pengembangan TPA
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Senin-Rabu di sore hari dan kegiatan ini dilakukan oleh seluruh peserta KPM di posko tempat kami tinggal.

C.     BENTUK DAN HASIL KEGIATAN PEMBERDAYAAN





D.    FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG
DAN PENGHAMBAT PENCAPAIAN HASIL

1. Faktor Pendukung dan Penghambat
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Pekon Lintik Alhamdulillah dapat dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor pendukung dan faktor penghambat yang ada. Berikut ini akan dijelaskan dengan lebih terperinci:
A.    Faktor Pendukung
 Beberapa faktor pendukung pelaksanaan program kami, yaitu:
1)      Kami mendapatkan respon yang  baik dari Pj Peratin Pekon Lintik selaku pemimpin di Pekon Lintik dan juga dengan warganya.
2)      Kami juga mendapatkan masukan-masukan dari beberapa warga perihal kegiatan apa yang akan kami lakukan selama 40 hari penuh kami mengabdi.
3)      Adanya antusiasme dari anak-anak SD terhadap keberadaan kami di kampung mereka dan itu juga sangat mempengaruhi kelancaran kegiatan yang kami adakan di Pekon Lintik.
4)      Dengan adanya kesiapan dan kematangan program yang kami lakukan juga menjadi salah satu faktor pendukung kami dalam melaksanakan KPM ini.
B. Faktor Penghambat
 Dalam melakukan kegiatan selain mendapatkan faktor pendukung, kami pun mempunyai hambatan selama 40 hari  kami mengabdi kepada masyarakat Pekon Lintik sebagai berikut:
1)      Harapan yang besar dari masyarakat Pekon Lintik  terhadap kami yang tidak dapat kami penuhi semua.
2)      Kurang kesadaran masyarakat pekon lintik dalam berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
3)      Kurang aktifnya pemuda dan pemudi

Berdasarkan program-program kegiatan yang kami laksanakan selama Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), ada beberapa program yang dapat ditindak lanjuti seperti taman baca yang telah kami bangun di Pekon Lintik Dengan cara menjaga dengan baik buku yang sudah kami berikan untuk di baca. Dan setelah berakhirnya KPM selama 40 Hari, buku-buku tersebut disalurkan ke Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Lintik. Sehingga buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan untuk dibaca dan menambah wawasan anak-anak SD N Lintik.
Begitu juga dengan kerajinan tangan yang terbuat dari limbah botol minuman bekas seperti ale-ale,teh gelas,torpedo dan lain-lain yang melalui proses penyayatan botol hingga lilitan penghias serta perangkaian sehingga menjadi sebuah kerajinan yang bisa dimanfaatkan seperti wadah aqua gelas, dan wadah tisu yang mulai dikembangkan oleh masyarakat untuk menambah penghasilan dan  menjaga kebersihan lingkungan pekon ini senidri.
Selain itu ada juga kuliner yakni nugeet nangka adapun bahan yang digukan dari buah nangka,ayam,tepung roti,tepung maizena dan cara memasaknya dengan cara dikukus setelah itu dibentuk pipih kemudian digoreng. Inovasi pembuatan nugeet nangka ini di buat untuk menambah kreasi makanan agar menarik dan menambah nilai jualnya serta memberikan inovasi baru cara pengolahan nangka.








































BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.    KESIMPULAN

     Kesimpulan yang kami dapatkan dalam kegiatan KPM ini adalah sebagai berikut:
a.       Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro di Pekon lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga sekitar dan pejabat desa setempat.
b.      Secara keseluruhan, kegiatan Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro berlangsung dengan baik. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal walaupun mendapatkan sedikit kendala.
c.       Bekal yang kami berikan pada masyarakat pada dasarnya, kami memberikan dukungan dan pengetahuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, serta adanya dampak positif atas kehadiran kita baik dampak secara langsung maupun tidak langsung. Maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator dan panutan yang baik bagi warga Pekon lintik
d.      KPM yang kami lakukan di Pekon Lintik ini dengan tujuan membawa kenangan-kenangan positif dari kegiatan-kegiatan yang positif pula yang kami lakukan selama satu bulan kami mengabdi kepada masyarakat Pekon Lintik.
e.       Dari pengabdian yang kami lakukan kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di antaranya dapat menyimpulkan dari kegiatan dan perlakuan kami selama kami tinggal di daerah mereka dan oleh sebab itu masyarakat Desa bisa dibilang melihat kegiatan kami sebagai cermin dari perlakuan mereka selanjutnya.
f.       Tentunya kegiatan KPM yang diadakan oleh Masyarakat (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mempunyai tujuan di antaranya menjalin erat hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan pemerintah setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang pembangunan akan terintegrasi.



B.     Rekomendasi

Jika KPM ingin diadakan di lain kesempatan, bantuan dana yang diberikan baik dari pihak pemeritahan ataupun universitas lebih ditingkatkan lagi, karena 50% dana akan digunakan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat tersebut. Selain itu, perlu adanya tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan kami sehingga masyarakat dapat mengembangkan hasil dari program KPM kami. Selain itu sebelum para peserta KPM IAIN METRO dikirim ke daerah-daerah pengabdian hendaknya diberikan berbagai pembekalan dan persiapan yang menunjang agar mampu mempersiapkan berbagai programnya dengan baik, sehingga hasil dalam program-program kerja yang kami lakukan tercapai dengan sangat baik dan tidak ada kendala.






[1]Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 pasal 24 ayat 2, tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.
[2] http : www.jejaringmudakatolik.web.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS UNSUR INTRINSIK

PROPOSAL SKRIPSI PERAN DAI DALAM MENGANTISIPASI KRISTENISASI DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN METRO KIBANG

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PROGRAM KERJA KOLEKTIF KPM IAIN METRO 2018