RANCANGAN LAPOARAN KKN DI LAMPUNG BARAT
Kata Pengantar
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah SWT, Rabb yang menanamkan ketenangan (sakinah) kepada
kaum muslimin dan memberikan hidayah untuk selalu berada dalam keimanan dan
ketakwaan. Shalawat dan salam senantiasa
tercurahkan kepada Rasulullah SAW, kepada Ahlulbaitnya, para sahabat,
tabi’iuttabiin, dan kepada mereka yang tetap berpegang teguh dalam keyakinan
Islam sampai Hari Pembalasan.
Penyusunan laporan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu ucapan terima kasih disampaikan kepada:
1.
Prof. Dr. Hj.
Enizar, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Metro.
2.
Panitia Pelaksana Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) periode II IAIN Metro 2018.
3.
Wahyu Setiawan,M.Ag selaku Dosen Pembimbing
Lapangan.
4.
Azwar selaku Peratin Pekon Lintik, kecamatan
Krui Selatan Kabupaten Pesisisr Barat.
5.
Tokoh masyarakat, bapak, ibu, remaja serta
seluruh lapisan masyarakat Pekon Lintik.
6.
Semua rekan-rekan Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) periode II IAIN Metro pada umumnya.
Kami dari rekan-rekan KPM periode II IAIN Metro
mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan serta bantuan semua pihak yang
diberikan dengan tulus ikhlas kepada kami. Mohon maaf kami haturkan apabila selama pelaksanaan KPM dan penyusunan laporan ada kesalahan baik dalam perbuatan dan perkataan.
Metro,............
2018
Penyusun,
( Kelompok KPM)
Daftar
Tabel
Tabel 1 Struktur Aparat Pekon Lintik
Tabel 2 Keadaan Monografi Pekon Lintik
Tabel 3 Batas
Wilayah Pekon Lintik
Tabel 4 Luas Tanah Menurut Penggunaaan
Tabel 5 Jumlah Kependudukan Pekon Lintik
Tabel 6 Daftar Kelembagaan Pekon Lintik
Tabel 7 Peta Pekon Lintik
Daftar
Gambar
Gambar 1
Silaturahmi Ke Rumah Warga
Gambar 2
Creatif Learning di TPA dan SD
Gambar 3
Mengajarkan Mawalan
Gambar 4
Jumat Bersih
Gambar 5
Belajar Ala Berjanji Di Pondok Pesantren
Gambar 6
Pengajian Rutin
Gambar 7
Pengembangan Kerajinan Tangan
Gambar 8
Sosialisasi Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Gambar 9
Pembuatan Kuliner
Gambar
10 Sosialisasi Zakat
Gambar
11 Pembuatan Nama Gang Jalan
Gambar
12 Pembuatan Gapura Mini
Gambar
13 Peringatan HUT RI
Gambar
14 Perlombaan HUT RI
Gambar
15 Latihan Menari
Gambar
16 Penyuluhan Dan Sosialisasi Posyandu
Gambar
17 Senam Kesehatan
Gambar
18 Taman Baca
Gambar
19 Apotik Hidup
Ringkasan Eksekutif
Prolog
BAB I
PENDAHULUAN
A.
DASAR PEMIKIRAN
KPM adalah singkatan dari Kuliah Pengabdian
Masyarakat. KPM merupakan suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat
dan salah satu bagian dari Tri Dharma Penguruan Tinggi. Tujuan diadakannya
kegiatan KPM agar mahasiswa semakin matang dengan disiplin keilmuannya dan
berupaya mewujudkan Pendidikan yang langsung dialami oleh mahasiswa. Jadi tidak
hanya sekedar materi tetapi yang lebih penting adalah pengaplikasian dari
teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah. Teori-teori tersebut diterapkan
dalam lingkungan masyarakat karena terkadang teori-teori yang didapatkan dibangku
kuliah tidak sama dengan kenyataan yang ada dilingkungan.
Melalui kegiatan KPM, mahasiswa diharapkan
mampu untuk mengenal lingkungan masyarakat secara langsung dengan segala
permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang timbul di lingkungan masyarkat membuat
mahasiswa akan berpikir dan berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan
tersebut. Kegiatan KPM , diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa
menuju ke dunia kerja yang cakupannya lebih luas daripada dunia perkuliahan.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka kegiatan KPM dianggap
penting dan harus diselenggarakan.
B.
KONDISI UMUM PEKON
1.
Karakteristik wilayah
Pekon Lintik secara administratif termasuk
wilayah Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat merupakan daerah yang terletak di daerah
dataran dengan kondisi pekon aman dan
damai. Dengan luas wilayah + 380 Ha.
Pekon Lintik sebelah Utara
berbatasan dengan Pemerihan dan Way Redak, sebelah Barat
berbatasan dengan Pekon Sukajadi dan Pekon Walur, sebelah Selatan Samudra
Hindia dan sebelah Timur
berbatasan dengan Pekon Padang Haluan. Dan secara geografis pekon
Lintik ini merupakan potensi dalam
bidang pertanian dan pembuatan bata.
2.
Karakteristik Penduduk
Jumlah penduduk Pekon
Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten
pesisir Barat sejumlah 1.239 jiwa yang terbagi
dalam 373 KK dengan luas wilayah ± 380 Hektare.
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin, jumlah
penduduk laki-laki sejumlah 607 jiwa, lebih kecil dibanding jumlah perempuannya
sejumlah 632 jiwa. Ditinjau dari
pendidikan terakhir masyarakat Pekon Lintik yaitu 293 orang tidak lulus SD, 399
orang lulusan SD/sederajat, 297 orang lulusan SLTP/sederajat, 149 orang lulusan
SLTA/SMA, dan 57 orang lulusan S-1 Ke atas.
3. Kondisi
Sosial dan Ekonomi
Kondisi ekonomi pekon Lintik didominasi sektor
pertanian,memngingat luas lahan pertanian Pekon Lintik memang cukup luas. Modal dasar yang cukup
potensial ini tidak berkembang karena sumber daya air yang tidak mendukung. Hal
ini disebabkan karena posisi pekon Lintik sawah tadah hujan. Kondisi seperti ini, secara
lansung berpengaruh pada tingkat penghasilan masyarakat pekon Lintik.
Akibatnya Tingkat pendapatan mereka belum seutuhnya mencukupi kebutuhan hidup, karena
harga barang tidak sebanding dengan penghasilan yang di peroleh.
Sesuai dengan kondisi pekon yang merupakan
daerah agraris maka struktur ekonominya lebih dominan kepada sektor pertanian.
Penghasilan lain diperoleh dari sektor-sektor perikanan, nelayan, jasa
industri, perkebunan, peternakan, pertukangan, tabong bata dan lain-lainnya.
Tingkat Pertumbuhan sektor lainnya diluar
sektor unggulan/dominan, sangat memungkinkan berkembang apabila ada perhatian
dari pemerintah dengan membuka jalur pemasaran serta pembinaan dan bantuan
permodalan.
C.
PERMASALAHAN
Permasalahan yang masih ada dalam kehidupan masyarakat terkait bidang agama
umum yang berkaitan dengan pengembangan TPA, Bidang Khusus yang berkaitan
dengan Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Dini dan di bidang Penunjang tentang Sosial Ekonomi
berkaitan dengan Jum’at Bersih. Namun, dari berbagai permasalahan yang ada
penulis memilih isu yang mendukung
terkait bidang-bidang tersebut menjadi fokus program kerja individu sehingga
program yang dijalankan dapat bermanfaat bagi masyarakat Pekon Lintik.
D.
FOKUS DAN PRIORITAS PROGRAM
1.
Fokus Program
Belum optimalnya kegiatan
masyarakat Pekon Lintik dalam
bidang agama, dan bidang sosial ekonomi sangat berpengaruh dalam
kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, fokus program penulis dalam
melakukan pendampingan terhadap kegiatan bidang agama, dan bidang Sosial
Ekonomi, dilakukan dalam taraf kegiatan
yang menunjang dalam bidang-bidang tersebut sehingga dapat meningkatkan iman
dan takwa masyarakat agar melahirkan
sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui bidang agama,
program yang dilakukan difokuskan pada
kegiatan-kegiatan yang meliputi pengembagan TPA, dan di khususkan pada
pengenalan tentang pentingnya menabung sejak dini yang menjadi pedoman bagi
anak-anak bahwa menabung sejak dini kan menumbuhkan kepribadian hidup hemat dan
tidak boros.
Sasaran yang ingin
dicapai adalah kesadaran anak-anak bahwa menabung sejak dini itu sangat penting
karena bisa menjadikan kepribadian anak lebih hemat, dan tidak boros. Perkembangan lembaga pendidikan al-Qur’an yang
begitu pesat menandakan makin meingkatnya kemampuan kesadaran masyarakat. akan
pentingnya kemampuan baca tulis al-Qur’an dan keberadannya di Indonesia.[1]
Adapun dalam bidang penunjang meliputi bidang sosial ekonomi.
2.
Prioritas Program
khususkan pada pengenalan tentang Pentingnya menabung
sejak dini, yang menjadi pedoman bagi
anak-anak bahwa menabung itu sangat penting untuk kehidupan dimasa depan.
Sasaran yang ingin dicapai adalah agar anak-anak mau menabung sejak dini
dirumah atau disekolahan.
E.
SASARAN DAN TARGET
Salah satu dharma perguruan tinggi negeri adalah pengabdian
kepada masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa salah satu tugas perguruan
tinggi adalah mengabdikan diri terhadap masyarakat semaksimal mungkin. Program
pengabdian terhadap masyarakat ini dilaksanakan dengan menerapkan ilmu yang
telah dipelajari di bangku perkuliahan serta memanfaatkan berbagai penelitian
ke dalam lingkungan masyarakat melalui sosialisasi. Pengabdian pada masyarakat
yang diterapkan melalui Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Bentuk pengabdian
yang dilakukan antara lain pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat,
pelayanan kepada masyarakat, serta perbaikan infrastruktur tempat pelaksanaan
KPM. Dalam pelaksanaannya khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada
masyarakat (KPM), sasaran pengabdian program ini yaitu, Anak-anak Pekon Lintik.
F.
JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM
1.
Jadwal Kegiatan
TPA
|
NO
|
HARI/TANGGAL
|
TPA
|
|
1
|
Sabtu, 11 Agustus
2018
|
POSKO KPM
|
|
2
|
Minggu, 12 Agustus 2018
|
POSKO KPM
|
|
3
|
Senin, 20 Agustus 2018
|
POSKO KPM
|
|
4
|
Selasa, 21 Agustus
2018
|
POSKO KPM
|
|
5
|
Senin, 27 Agustus
2018
|
POSKO KPM
|
|
6
|
Selasa, 28 Agustus
2018
|
POSKO KPM
|
|
7
|
Rabu, 29 Agustus
2018
|
POSKO KPM
|
|
8
|
Senin, 3 September 2018
|
POSKO KPM
|
|
9
|
Selasa, 4 September 2018
|
POSKO KPM
|
|
10
|
Rabu, 05 September 2018
|
POSKO KPM
|
|
11
|
Senin, 10 September 2018
|
POSKO KPM
|
|
12
|
Selasa, 11 September 2018
|
POSKO KPM
|
|
13
|
Rabu, 12 September 2018
|
POSKO KPM
|
3. Progja keagamaan khusus terlaksana pada hari Jum’at
tanggal 07 September 2018 di SD N Lintik.
1. Jadwal Progja Penunjang
|
No
|
Hari/Tanggal
|
Tempat
|
|
1
|
Senin, 20 Agustus 2018
|
Masjid
Daman Huri
|
|
2
|
Jum’at, 31 Agustus 2018
|
Masjid
|
|
3
|
Jum’at, 07 September 2018
|
Masjid
|
4.
Pendanaan
1.
Anggaran dana
2.
Sumber Dana
Anggaran dan sumber dana bersal dari mahasiswa
KPM, dan Dana pekon.
5.
SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Penyusunan
program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KPM berdasarkan masalah dan
potensi yang ada di masyaraat. sehingga program kerja tersebut dapat
dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Penyusunan laporan akhir indivdu memperhatikan faktor-faktor berikut:
a. Tujuan
dan kegunaan rencana yang disusun
b. Jenis
laporan akhir yang mendorong terciptanya kerja sama antara peserta KPM dengan
pemerintah maupun masyarakat
c. Pengaruh
dari pelaksanaan program kerja yang dilakukan.
BAB II
METODE
PELAKSANAAN PROGRAM
A.
Metode Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat
(PAR ,
ABCD, Metode Intenvensi Sosial Atau
Metode Lainnya)
1. Participatory Action Research (PAR)
Participatory Action
Research (PAR)[2] adalah
metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara warga masyarakat
dalam suatu komunitas aras bawah yang semangatnya untuk mendorong terjadinya
aksi-aksi transformatif melakukan pembebasan masyarakat dari belenggu ideologi
dan relasi kekuasan (perubahan kondisi hidup yang lebih baik). Dengan demikian,
sesuai istilahnya PAR memiliki tiga pilar utama, yakni metodologi riset, dimensi aksi, dan dimensi partisipasi. Artinya, PAR dilaksanakan dengan mengacu
metodologi riset tertentu, harus bertujuan untuk mendorong aksi transformatif,
dan harus melibatkan sebanyak mungkin masyarakat warga atau anggota komunitas
sebagai pelaksana PAR-nya sendiri.
PAR merupakan
kegiatan riset yang berbeda dengan metode penelitian ilmiah lainnya yang biasa
dilakukan oleh para akademisi, lembaga survey, dll. Di dalam metode penelitian
ilmiah pada umumnya seorang researcher menjadikan suatu kelompok masyarakat
hanya sebagai objek yang diteliti untuk mendapatkan suatu inti permasalahan
tanpa memberikan perubahan (transformasi) nilai di dalam suatu
masyarakat tersebut.
2. Asset Based Community Development (ABCD)
ABCD (Asset
Based Community Development), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan
potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh pemuda atau komunitas masyarakat.
Masyarakat merupakan aset yang berharga bagi sebuah desa. Adanya pemuda
merupakan generasi penerus untuk melanjutkan dan mengisi pembangunan yang
berlangsung atau yang akan datang. beragaman masyarakat desa dapat digabungkan
dengan melihat keterampilan atau potensi yang ada pada setiap masyarakat.
Ketrampilan dari setiap masyarakat di jadikan satu dalam wadah kelompok ibu
PKK.
Dengan
adanya sebuah agrowisata bisa menjadikan sebuah kemajuan bagi masyaraka untuk
mengembangkan desanya agar bisa meningkatkan ekonomi. Dan disebuah lembaga
masyarakat bisa menjadikan perubahan yang berkelanjutan. Perubahan ini bisa
mengikutkan partisipasi aktif bagi warga desa sehingga bisa mengetahui
perubahan yang diinginkan dan bisa melanjutkan kedepannya. Dalam Metode ABCD
memiliki lima langkah kunci untuk melakukan proses riset pendampingan diantaranya:
1.
Discovery (Menemukan)
Proses
menemukan kembali kesuksesan dilakukan lewat proses percakapan atau wawancara
dan harus menjadi penemuan personal tentang apa yang menjadi kontribusi
individu yang memberi hidup pada sebuah kegiatan atau usaha. Pada tahap discovery,
kita mulai memindahkan tanggung jawab untuk perubahan kepada para individu
yang berkepentingan dengan perubahan tersebut yaitu entitas lokal. Pendamping
melakukan wawancara kepada masyarakat Petani padi dan kelapa tentang
berkembangnya usaha penanaman padi dan kelapa.
Wawancara
tersebut dapat digiring untuk mengetahui aset dan potensi yang ada. Wawancara
ini bersifat cerita antara masyarakat dengan pendamping sehingga yang banyak
berbicara nantinya adalah masyarakat petani agrowisata.
2.
Dream (Impian)
Dengan
cara kreatif dan secara kolektif melihat masa depan yang mungkin terwujud, apa
yang sangat dihargai dikaitkan dengan apa yang paling diinginkan. Pada tahap
ini, setiap orang mengeksplorasi harapan dan impian mereka baik untuk diri
mereka sendiri maupun untuk organisasi. Sebuah mimpi atau visi bersama terhadap
masa depan yang bisa terdiri dari gambar, tindakan, kata-kata, dan foto.
Setelah
melakukan wawancara kepada masyarakat agrowisata pendamping mulai mengetahui
impian atau keinginan masyarakat Pekon Walur. Setelah mengetahui keinginan atau
impian maka langkah selanjutnya yaitu merancang sebuah kegiatan untuk memenuhi
impian masyarakat
3.
Design (Merancang)
Proses
di mana seluruh komunitas (atau kelompok) terlibat dalam proses belajar tentang
kekuatan atau aset yang dimiliki agar bisa mulai memanfaatkannya dalam cara
yang konstruktif, inklusif, dan kolaboratif untuk mencapai aspirasi dan tujuan
seperti yang sudah ditetapkan sendiri.
Proses
merencanakan ini merupakan proses cara mengetahui aset-aset yang ada pada
masyarakat Pekon Walur. Aset yang terlihat di wilayah Peko Walur adalah padi
dan kelapa. Aset ini yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi impian masyarakat
Pekon Walur.
4.
Define
(Menentukan)
Kelompok
pemimpin sebaiknya menentukan ‘pilihan topik positif’: tujuan dari proses
pencarian atau deskripsi mengenai perubahan yang diinginkan. Pendampingan
dengan masyarakat terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD). Pada
Proses FGD pendamping dan masyarakat menetukan fokus pembahasan.
Fokus
pembahasan yang akan dibahas berupa hal yang positif. Poses FGD tersebut bisa
berjalan dengan lancar kalau sudah disepakati pembahasan yang akan dibahas
dalam diskusi antara pendamping dan masyarakat Pekon Walur.
5.
Destiny
(Lakukan)
Serangkaian
tindakan inspiratif yang mendukung proses belajar terus menerus dan inovasi
tentang“apa yang akan terjadi.” Hal ini merupakan fase akhir yang secara khusus
fokus pada cara-cara personal dan organisasi untuk melangkah maju. Langkah yang
terakhir adalah melaksanakan kegiatan yang sudah disepakati untuk memenuhi
impian masyarakat dari pemanfaatan aset. Selain untuk memenuhi impian
masyarakat agar berkembangnnya kelapa dan padi bisa meluas.
Teori
pada dasarnya adalah petunjuk (guide) dalam melihat realitas di
masyarakat. teori dijadikan pola pikir dalam memecahan suatu masalah yang ada
masyarakat. Pendampingan ini menggunakan pendekatan teori Asset Based
Community Development (ABCD), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan
potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh masyarakat. Untuk kemudian digunakan
sebagai bahan yang memberdayakan masyarakat itu sendiri.
BAB III
KONDISI PEKON
A.
Sejarah Singkat Pekon
Sistem pemerintahan nasional sebagai rangkaian mata
rantai sistem pemerintahan mulai dari Pusat, Daerah, dan Pekon, maka Pekon merupakan mata rantai yang hampir segala
asfek menunjukan betapa beratnya kedudukan dan kewajiban Pekon dalam konstalasi pemerintahan, Pekon adalah yang menjadi pertautan terakhir dengan
masyarakat yang akan membawanya ke tujuan akhir yang telah digariskan sebagai
cita-cita bersama.
Fakta lain sejak jaman dahulu baik masa kerajaan,
penjajahan Belanda maupun pasca kemerdekaan, masyarakat Pekon adalah kelompok elit perkotaan. Marginalisasi
tersebut disebabkan berbagai keterbatasan yang disandang masyarakat Pekon,
seperti tingkat pendidikan yang rata-rata masih rendah, pendapatan perkapitanya
kecil, maupun fasilitas sosial yang dimilikinya.
Pada masa sekarang ini, peranan pemerintah Pekon sebagai struktur perantara yakni sebagai
penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, bahkan ditambah dengan peranan
lainnya yaitu sebagai agen pembaharuan. Pekon
atau dengan nama lainnya yang sejenis menurut konstitusi memperoleh
perhatian istimewa. Berbagai bentuk perubahan sosial yang terencana dengan nama
pembangunan guna meningkatkan harkat dan derajat masyarakat Pekon diperkenalkan dan dijalanlkan melalui
Pemerinatah Pekon .
Untuk dapat menjalankan peranannya secara efektif dan
efisien, pemerintah Pekon perlu terus
dikembangkan sesuai dengan kemajuan
masyarakat Pekon dan lingkungan
sekitarnya. Dengan perkataan lain, perubahan sosial yang terjadi pada
masyarakat Pekon karena adanya gerakan
pembangunan Pekon perlu diimbangi pula
dengan pengembangan kapasitas pemerintahan Pekon-nya.
Kegiatan pembangunan nasional dengan segala ukuran
keberhasilan dan dampak positif serta negatifnya, tidak terlepas dari kerja
keras dan pengabdian aparat Pemerintah Pekon. Meskipun demikian, masih banyak
permasalahan yang dihadapi di masyarakat Pekon
misalnya masalah pengangguran, kemiskinan, ketimpangan distribusi
pendapatan, ketidakseimbangan struktural maupun keterbelakangan pendidikan.
B.
Letak Geografis Pekon
Sejarah dari pemberian nama Lintik berasal dari Kata Lentik ,Karena Pekon Lintik
Kalau dipandang dari Pekon Tanjung Setia berada ditengah – tengah Lautan yang
kelihatannya Lentik sekali ,Oleh karena itu maka Pekon Kami Tersebut dinama kan
Pekon Lintik . Masyarakat terdahulu Mengenal nama Pekon ini dengan nama padang
Negri namun setelah dihuni oleh beberapa tetua jaman dahulu, Sehingga atas
kesepakatan bersama maka pekon Ini di beri nama Pekon Lintik.
Pekon Lintik secara administratif termasuk
wilayah Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat merupakan daerah yang terletak di daerah
dataran dengan kondisi pekon aman dan
damai. Dengan luas wilayah + 380 Ha.
1.
Potensi
Umum
a.
Batas Wilayah
|
Batas
|
Pekon
/Kelurahan
|
Kecamatan
|
|
Sebelah
Utara
|
Pemerihan
dan Way Redak
|
Pesisir
Tengah
|
|
Sebelah Barat
|
Suka
Jadi dan Walur
|
Krui
Selatan
|
|
Sebelah Selatan
|
Samudra
hindia
|
Krui
Selatan
|
|
Sebelah Timur
|
Padang
Haluan
|
Krui
Selatan
|
b.
Penetapan Batas Pekon dan Peta Wilayah
|
Penetapan
Batas Pekon
|
Dasar
Hukum
|
Peta
Wilayah
|
|
Sudah
ada/ belum ada
|
Perdes
Nomor ……..
|
Tidak
Ada
|
2. Luas menurut penggunaan
|
No
|
Penggunaan
lahan
|
Luas (
Ha )
|
|
1
|
Tanah
sawah
|
85 Ha
|
|
2
|
Tanah Pemukiman
|
51 Ha
|
|
3
|
Kebun
Rakyat
|
120 Ha
|
|
4
|
Tanah
Pekarangan
|
127 Ha
|
|
5
|
Kuburan
|
2 Ha
|
|
6
|
Hutan
Neara
|
-
|
|
7
|
Perkantoran
|
0,5 Ha
|
|
8
|
Sarana
Pendidikan
|
1,5 Ha
|
|
9
|
Sarana
Ibadah
|
0,5 Ha
|
|
10
|
Lain –
lain
|
0 Ha
|
|
Jumlah
|
380 Ha
|
3. Iklim
|
Curah hujan
|
300
|
Mm
|
|
Jumlah bulan hujan
|
7
|
Bulan
|
|
Suhu rata-rata
|
35
|
0 C
|
|
Ketinggian rata-rata
|
5
|
m/dpl
|
4. Orbitasi
|
Jarak ke Ibukota Kecamatan
|
2
|
KM
|
|
Waktu tempuh
|
10
|
Menit
|
|
Kendaraan
|
Angkutan
dan Ojek
|
|
|
Jarak ke Ibukota Kabupaten
|
7
|
KM
|
|
Waktu tempuh
|
0,5
|
Jam
|
|
Kendaraan
|
Angkutant dan ojek
|
|
|
Jarak ke Ibukota Provinsi
|
225
|
KM
|
|
Waktu tempuh
|
6-7
|
Jam
|
|
Kendaraan
|
Bis ,travel
|
|
C.
Struktur Penduduk
PEMERINTAHAN PEKON
Berdasarkan Peraturan Pekon Lintik Nomor 01
Tahun 2017 Tentang Pengukuhan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Pekon
Struktur Organisasi Pemerintahan Pekon tahun 2017 antara lain :
• Peratin :
A Z W A R
• Sekretaris Pekon : MUZANNI
• Perangkat Pekon Lainnya terdiri dari :
Kepala
Urusan Administrasi :
HARTANTO
Kepala
Urusan Perencanaan :TOHIR JUNAIDI
Kepala
Urusan Keuangan :MAYA
ARINTI
Kasi
Teknis Penbangunan :
RUSWANDI
Kasi
Teknis Pemerintahan :
HERLIYANTI
Kasi
Teknis Pemberdayaan : DONA
EFRIZAL
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI I : DEWI SANTRI
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI II : PADHILLAH
• Kepala PMK CAHAYA NEGERI III : DONA FIKSI YANTI
• Kepala Pemangku WAI MAYAH : RIZWAN
• Kepala Pemangku Suka Banjar : ALEK SANDER
2. LEMBAGA HIMPUNAN PEMEKONAN (LHP)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun
2005, bahwa Pemerintahan Pekon adalah
penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Pekon dan Lembaga Himpunan Pemekonan dalam mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat, juga
ditegaskan bahwa LHP adalah Lembaga
perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pekon sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
Pekon , sesuai perturan tersebut dapat
disimpulkan bahawa dimana ada Pekon
disitu pasti ada LHP.
SUSUNAN STRUKTUR LHP PEKON LINTIK
•
Ketua :
M.KUSAIRI
•
Wakil Ketua :
ZAHRI
•
Sekretaris :
MAT YANIS
•
Anggota :1. JULI IRAWAN
2. ALI PAUZI
D.
Sarana Dan Prasarana
1. PELAKSANAAN KESEKRETARIATAN
Dalam meleksanakan kesekretariatan Sekretaris
Pekon sebagai penangungjawab pelaksanaan
kegiatan bertanggungjawab kepada kepala Pekon
di bantu oleh beberapa Kepala Urusan,
kegiatan sekretariat dimaksud meliputi :
Administrasi Pemerintahan , Aministrasi
Pembangunan, Administrasi Kemasyarakatan serta administrasi lainnya yang
menyangkut pelayanan kepada masyarakat dan pemerintahan yang lebih luas, buku-buku
penunjang administrasi tersebut antara lain :
1. Buku
Administrasi Pemerintahan Pekon
·
Buku Peraturan Pekon
·
Buku Keputusan Pekon
·
Buku Inventaris Kekayaan Pekon
·
Buku Agenda Surat Masuk
·
Buku Agenda Surat Keluar
·
Buku Data Aparat Pekon
·
Buku-buku Pertanahan
2. Buku
Administrasi Kependudukan
·
Buku Induk Penduduk
·
Buku Perubahan Penduduk
·
Buku Penduduk Sementara
·
Buku Perkembangan Penduduk
3.Buku
Administrasi Keuangan
·
Buku Anggaran
·
Buku Kas Umum
·
Buku Kas Pembantu
·
Buku Bank
·
Buku Pajak
4. Buku
Administrasi Lainnya :
·
Buku Register Keterangan-keterangan
·
Buku Register Kelakuan Baik
·
Buku Register NTCR
·
Buku Register Izin Rame-rame
·
Buku Register Kejadian / Kamtibmas
·
Buku Register KTP / KK
·
Buku Register Kredit Bank
·
Buku Data Tokoh Masyarakat
·
Buku Notulen Rapat dan buku-buku lain sesuai
kebutuhan.
2. PELAKSANAAN
KEGIATAN PEMBANGUNAN
Kegiatan pembangunan yang
dilaksanakan pemerintah Pekon Lintik
pada tahun 2017 antara lain :
1.
Pembangunan
Fisik diantaranya :
A. Pembangunan Gedung
Taman Belajar Keagamaan ( TBK )
B. Pembangunan Pembukaan
Badan Jalan 455 Meter .
C. Pembangunan
Rabat Beton 455 Meter .
2. Pembangunan Non Fisik :
· Bidang Pertanian .
Yaitu Membuka Jalan
Untuk Akses Transportasi Pengangkutan Hasil Pertanian .
· Bidang Kesehatan
1.Pelaksanaan
kegiatan POSYANDU, yang meliputi
kegiatan penimbangan dan pemeriksaan yang rutin dilaksanakan setiap 1 bulan 1
kali oleh kader Posyandu,Kader PKK ,Bidan Pekon
dan dinas terkait dan dikelola oleh Kader-kader terlatih.
2.Pemberian Bantuan Makanan Tambahan bagi Bayi
dan Balita
3.Pengadaan Alat-Alat Untuk Kegiatan Kader
Posyandu , Yakni :
a.
Tabung Oksigen
b.
Almari Tempat Penyimpanan Obat .
c.
Meja dan Kursi Untuk Kelengkapan Gedung Postu Untuk Kader .
·
Bidang
Ekonomi dan Sosial .
1. Permberian Bantuan Insengtif Pada Guru Ngaji .
2.
Pemberian
Bantuan Insentip Pada Imam Masjid
3.
Pemberian
Bantuan Insentif Pada Guru Paud
3. PELAKSANAAN KEGIATAN KEMASYARAKATAN
A.
ORGANISASI KEMASYARAKATAN
Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Pekon
Lintik pada tahun 2017 antara lain :
1.
Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat Pekon
(LPMP)
2.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK)
3.
Karang Taruna
4.
GAPOKTAN
5.
Pengurus /Panitia Pembangunan Masjid
6. Ibu-ibu Pengajian
7.
Ibu-ibu Mawalan
B.
KEGIATAN KEMASYARAKATAN
1. Pengajian tingkat Pekon
dan kegiatan keagamaan lainnya, telah rutin dilaksanakan baik tingkat Pekon maupun tingkat kecamatan
2. Melaksanakan MUSRENBANG
baik tingkat Pemangku, Pekon dan juga
tingkat kecamatan.
C.
PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN.
Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
diatas banyak masalah-masalah yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan antara
lain :
1.
Tidak terpenuhinya anggaran sesuai rencana
Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon
yang ditetapkan dikarena pendapatan yang kurang memenuhi target
anggaran.
2.
Masih belum terlaksananya Tupoksi Tugas dan
kewajiban baik perangkat Pekon , LHP Juga Organisasi Kemasyarakatan karena
keterbatasan kemampuan (SDM) dan sarana
prasana penunjang yang ada.
3.
Masih
perlunya ditingkatkan kesadaran sebagian masyarakat untuk berperan aktip dalam
menunjang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Adapun upaya-upaya penyelasaian yang
telah dilaksanakan :
1.
Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan
pihak terkai
2.
Pembenahan
struktur aparat pemerintah Pekon dan
Organisai Kemasyarakatan
3.
Pemberdayaan
masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pembangunan
4.
Mengikutsertakan aparat Pekon dalam setiap kegiatan pelatihan
5. Melaksanakan penyuluhan pada masyarakat dalam
berbagai kesempatan yang ada
BAB IV
HASIL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN
A.
KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
1.
Uraian Masalah
Adapun
masalah-masalah yang ditemukan oleh mahasiswa di Pekon Lintik Kecamatan Krui
Selatan Kabupaten Pesisir Barat sebagai berikut:
·
Minimnya pengetahuan
tentang ilmu keagamaan
·
Minimnya pengetahuan
tentang pemasaran melalui media sosial
·
Kurangnya kesadaran
masyarakat terhadap kebersihan lingkungan
2. Pemecahan Masalah
Dari pemaparan di
atas mengenai masalah-masalah yang di hadapi oleh mahasiswa KPM selama berada
di lokasi KPM adapun pemecahan dari masalah tersebut adalah:
·
Memberikan
pengetahuan ilmu keagamaan kepada anak-anak pekon lintik. Karena TPA yang ada
di pekon lintik hanya mengajarkan baca tulis al-quran, sedangkan ilmu
pengetahuan tentang keagamaan tidak diajarkan. Seperti mengajarkan doa
sehari-hari, bacaan sholat.
·
Memberikan pemahaman
masyarakat akan strategi pemasaran yang benar. Pemasaran-pesaran dapat
dilakukan melalui media sosial, seperti instragram, line, whatsapp, facebook,
dan lain-lain.
·
Mengajak warga untuk
ikut berpartisipasi dalam menjaga serta membersihkan lingkungan, sehingga
lingkungan yang ada di pekon lintik menjadi bersih dan sehat.
B.
BENTUK DAN HASIL KEGIATAN PENGABDIAN
Selama
masa perencanaan program KPM, tidak banyak kegiatan yang kami persiapkan untuk
dilaksanakan di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat.
Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan kami mengenai kondisi, budaya serta
kebutuhan di Pekon Lintik. Kami hanya merencanakan sedikit kegiatan sebelum
keberangkatan KPM. Kegiatan-kegiatan KPM yang dilakukan sudah kami sesuaikan
dengan kondisi serta kebutuhan Pekon Lintik.
Kami tiba di lokasi KPM tanggal 9 Agustus
2018. Program yang kami rencanakan serta laksanakan dalam kegiatan KPM telah
melalui proses observasi kebutuhan dan disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dalam
pelaksanaannya. Adapun kegiatan yang telah kami laksanakan adalah sebagai
berikut :
1)
Kegiatan Pemeliharaan Masjid
Kegiatan ini dipilih sebagai salah satu proker
kami berdasarkan pertimbangan kelompok akan pemberdayaan masjid di pekon lintik
yang kurang berjalan sempurna. Pemeliharaan masjid yang kami lakukan selama
kegiatan KPM meliputi pembersihan masjid minimal 1 minggu sekali yaitu dihari
Jumat.
Saat melakukan program pemberdayaan masjid
tidak banyak kendala yang kami alami. Kegiatan membersihkan masjid berjalan
dengan lancar. Pembersihan masjid dilakukan mulai dari menyapu dan mengepel
lantai, membersihkan tempat wudhu, serta mengelap kaca dan debu di mimbar.
2)
Kegiatan selanjutnya kami memulai dengan
keterampilan masyarakat
Kegiatan ini mengajari anak-anak membuat
celengan dari bahan kardus yang dilapisi dengan kain flanel, dalam kegiatan ini
anak-anak diajarkan membuat celengan dengan kreatif diiringin dengan bimbingan
dari kami mereka mengikuti arahan yang di berikan kami. Kegiatan ini dilakukan di
posko tampat kita tinggal. Dalam hal ini banyak faktor yang mendukung kegiatan
kami ini agar dapat berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan mental dan
pastisipasi dari anak-anak.
3)
Kegiatan kami setelah itu melakukan taman baca
Kegiatan taman baca ini kami lakukan setiap
hari Jumat-Sabtu. Kegiatan yang kami selenggarakan merupakan bermain belajar
menyenangkan yang merupakan kegiatan belajar sambil bermain. Bermain Belajar
Menyenangkan ini kami lakukan dengan cara mengajak anak-anak di sekitar rumah
untuk belajar bersama atau untuk menanyakan tugas PR mereka yang diberikan oleh
guru tetapi mereka tidak mengetahui cara mengerjakannya.
Selain itu kami juga bermain sambil belajar
untuk memberikan inspirasi terhadap anak-anak di sini untuk lebih giat dan
senang terhadap belajar. Kami belajar dengan anak-anak Pekon Lintik dengan
jadwal yang sudah kami atur berbeda pada
setiap harinya dengan bergiliran mengajari anak-anak tersebut.
4)
Kegiatan mengadakan senam bersama
Kegiatan ini dilakukan oleh ibu-ibu Pekon
Lintik yang diadakan pada hari Kamis dan hari Minggu.
5)
Kegiatan pengembangan TPA
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Senin-Rabu
di sore hari dan kegiatan ini dilakukan oleh seluruh peserta KPM di posko
tempat kami tinggal.
C.
BENTUK DAN HASIL KEGIATAN PEMBERDAYAAN
D.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG
DAN PENGHAMBAT PENCAPAIAN HASIL
1.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) di Pekon Lintik Alhamdulillah dapat dilaksanakan
dengan baik. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor pendukung dan faktor
penghambat yang ada. Berikut ini akan dijelaskan dengan lebih terperinci:
A.
Faktor Pendukung
Beberapa faktor pendukung pelaksanaan program
kami, yaitu:
1)
Kami mendapatkan respon yang baik dari Pj Peratin Pekon Lintik selaku
pemimpin di Pekon Lintik dan juga dengan warganya.
2)
Kami juga mendapatkan masukan-masukan dari
beberapa warga perihal kegiatan apa yang akan kami lakukan selama 40 hari penuh
kami mengabdi.
3)
Adanya antusiasme dari anak-anak SD terhadap
keberadaan kami di kampung mereka dan itu juga sangat mempengaruhi kelancaran
kegiatan yang kami adakan di Pekon Lintik.
4)
Dengan adanya kesiapan dan kematangan program
yang kami lakukan juga menjadi salah satu faktor pendukung kami dalam
melaksanakan KPM ini.
B.
Faktor Penghambat
Dalam melakukan kegiatan selain mendapatkan
faktor pendukung, kami pun mempunyai hambatan selama 40 hari kami mengabdi kepada masyarakat Pekon Lintik
sebagai berikut:
1)
Harapan yang besar dari masyarakat Pekon
Lintik terhadap kami yang tidak dapat
kami penuhi semua.
2)
Kurang kesadaran masyarakat pekon lintik dalam
berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
3)
Kurang aktifnya pemuda dan pemudi
Berdasarkan
program-program kegiatan yang kami laksanakan selama Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM), ada beberapa program yang dapat ditindak lanjuti seperti
taman baca yang telah kami bangun di Pekon Lintik Dengan cara menjaga dengan
baik buku yang sudah kami berikan untuk di baca. Dan setelah berakhirnya KPM
selama 40 Hari, buku-buku tersebut disalurkan ke Perpustakaan Sekolah Dasar
Negeri Lintik. Sehingga buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan untuk dibaca dan
menambah wawasan anak-anak SD N Lintik.
Begitu
juga dengan kerajinan tangan yang terbuat dari limbah botol minuman bekas
seperti ale-ale,teh gelas,torpedo dan lain-lain yang melalui proses penyayatan
botol hingga lilitan penghias serta perangkaian sehingga menjadi sebuah
kerajinan yang bisa dimanfaatkan seperti wadah aqua gelas, dan wadah tisu yang
mulai dikembangkan oleh masyarakat untuk menambah penghasilan dan menjaga kebersihan lingkungan pekon ini
senidri.
Selain
itu ada juga kuliner yakni nugeet nangka adapun bahan yang digukan dari buah
nangka,ayam,tepung roti,tepung maizena dan cara memasaknya dengan cara dikukus
setelah itu dibentuk pipih kemudian digoreng. Inovasi pembuatan nugeet nangka
ini di buat untuk menambah kreasi makanan agar menarik dan menambah nilai
jualnya serta memberikan inovasi baru cara pengolahan nangka.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang kami dapatkan dalam
kegiatan KPM ini adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro di
Pekon lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat mendapat sambutan,
tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga sekitar dan pejabat desa
setempat.
b. Secara
keseluruhan, kegiatan Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
berlangsung dengan baik. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi
dengan optimal walaupun mendapatkan sedikit kendala.
c. Bekal
yang kami berikan pada masyarakat pada dasarnya, kami memberikan dukungan dan
pengetahuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, serta adanya dampak
positif atas kehadiran kita baik dampak secara langsung maupun tidak langsung.
Maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator dan panutan yang baik bagi
warga Pekon lintik
d. KPM yang
kami lakukan di Pekon Lintik ini dengan tujuan membawa kenangan-kenangan
positif dari kegiatan-kegiatan yang positif pula yang kami lakukan selama satu
bulan kami mengabdi kepada masyarakat Pekon Lintik.
e. Dari
pengabdian yang kami lakukan kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di
antaranya dapat menyimpulkan dari kegiatan dan perlakuan kami selama kami
tinggal di daerah mereka dan oleh sebab itu masyarakat Desa bisa dibilang
melihat kegiatan kami sebagai cermin dari perlakuan mereka selanjutnya.
f. Tentunya
kegiatan KPM yang diadakan oleh Masyarakat (Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Metro mempunyai tujuan di antaranya menjalin erat hubungan antara lembaga
perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan
pemerintah setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang
pembangunan akan terintegrasi.
B.
Rekomendasi
Jika KPM
ingin diadakan di lain kesempatan, bantuan dana yang diberikan baik dari pihak
pemeritahan ataupun universitas lebih ditingkatkan lagi, karena 50% dana akan
digunakan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat tersebut.
Selain itu, perlu adanya tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan kami sehingga
masyarakat dapat mengembangkan hasil dari program KPM kami. Selain itu sebelum
para peserta KPM IAIN METRO dikirim ke daerah-daerah pengabdian hendaknya
diberikan berbagai pembekalan dan persiapan yang menunjang agar mampu
mempersiapkan berbagai programnya dengan baik, sehingga hasil dalam
program-program kerja yang kami lakukan tercapai dengan sangat baik dan tidak
ada kendala.
[1]Peraturan Pemerintah No. 55 tahun
2007 pasal 24 ayat 2, tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.
Komentar
Posting Komentar