ANALISIS UNSUR INTRINSIK


ANALISIS UNSUR INTRINSIK
CERPEN “dilarang mencintai bunga-bunga”
KARYA kuntowijoyo

Disusun sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
Disusun oleh
1.   Devi Liani
2.   Heni Cahyanti Putri
3.   Istikomah
4.   Retno Ningrum




DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK
TAHUN 2012

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb
Puji  syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah dengan judul “ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN ”DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA”.
Untuk mendapatkan nilai nilai tugas Bahasa Indonesia  yang sesuai dengan kompetensi dasar kelas XI semester gasal .
Semoga hasil karya ilmiah ini dapat memberikan nilai yang sempurna dan memenuhi standar  untuk kelompok kami .
Dan kami ucapkan terima kasih .
Wassalamu’alaikum wr. wb
                                          


Seputih Banyak,13 oktober 2012




              Penyusun


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I  Pendahuluan
A.   Latar Belakang
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penulisan
D.   Manfaat Penelitian
BAB II Pembahasan
A.   Landasan Teori
1     Hakikat  Cerpen
2     Ciri-ciri Cerpen
3     Unsur Pembangunan Cerpen
a.    Unsur Intrinsik
b.    Unsur Ekstrinsik
B.   Pembahasan
1.    Tema
2.    Alur
3.    Sudut Pandang
4.    Penokohan
5.    Tokoh
6.    Latar
7.    Amanat
BAB III Penutup
A.   Penutup
B.   Saran
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pada dasarnya setiap cerpen didukung  dua unsur yaitu, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur intrinsik adalah unsur –unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur ini  secara langsung membangun cerita yang ada dalam cerpen sehingga cerpen itu berwujud.
Oleh sebab itu, kami menganalisis cerpen  untuk mengetahui apa saja yang terdapat dalam unsur intrinsik dalam sebuah cerpen.
B.   Rumusan Masalah
Apa saja unsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah cerpen?
C.   Tujuan Penulisan
Untuk memberikan informasi tentang unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerpen.
D.   Manfaat Penelitian
Agar kami dapat mengetahui macam-macam unsur intrinsik dalam sebuah cerpen.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasan Teori
1.    Hakikat Cerpen
Cerpen dapat diartikan sebagai cerita rekaan naratif yang disajikan dalam satu peristiwa yang berkesan, singkat, padat, dan ide cerita berpusat pada satu tokoh serta dapat selesai dibaca dalam satu kali pembacaan. Cerpen diharapkan dapat memberikan kesan yang bermakna bagi pembacanya. Jakob Sumardjo (2004: 49) juga mengatakan bahwa cerpen yang baik adalah cerpen yang sehabis dibaca meninggalkan berbagai persoalan dan tanda tanya. (1)
2.    Ciri-ciri Cerpen
Menurut Tarigan (1992: 177), cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Isi dari cerpen singkat, padu, dan intensif;
2. Unsur utama cerpen yaitu adegan, tokoh dan gerak;
3. Bahasanya tajam, sugestif dan menarik perhatian;
4. Harus mempunyai seorang pelaku utama;
5. Harus mempunyai efek atau kesan yang menarik;
6. Harus menimbulkan satu efek dalam pikiran pembaca;
7. Bergantung pada satu situasi dan menyajikan satu emosi;
8. Memberikan impresi tunggal dan satu kebulatan efek. (2)
3.    Unsur-unsur Pembangun Cerpen
a.     Unsur Ekstrinsik
1.    Ekonomi
2.    Budaya
3.    Sosial
4.    Politik
5.    Agama
b.    Unsur Intrinsik
1.      Tema
2.      Alur
3.      Sudut pandang
4.      Latar

(1)  Jakob Sumardjo, Pengertian Cerita Pendek  (jakarta:2004) .hal.49.
1)        Tarigan, Ciri-ciri Cerita Pendek  (1992), hal.177.
5.      Perwatakan
6.      Tokoh
7.      Amanat
B.   Pembahasan
1.    Tema
Keseimbangan Hidup
Alasan : karena menceritakan
2.    Alur
Maju
Argumen :
a.    Pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat.
1.“Sebab buyung menyukai bunga-bunga karna menciptakan kedamaian, dan ketentraman hatinya”1).
2.”ayahnya memarahi buyung karena seorang laki-laki tidak boleh menyukai bunga”.
b.     

3.    Sudut  Pandang
Sudut pandang persona pertama”aku”
Pengisahkan  cerita adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Terbagi atas dua macam:
1)    “aku” tokoh utama
2)    “aku” tokoh tambahan
4.    Latar
1.    Latar tempat;di rumah, jalan
Argumen;
Ayahku mengangguk saja pada orang- orang sekitar bila berpapasan, lalu buru-buru masuk rumah.
5.    Perwatakan
·         Buyung;
·         Ayah;keras kepala,
·         Ibu
·         Kakek
Argumen;
Malam hari aku pergi tidur dengan kenang- kenangan di kepala. Kakek ketenangan jiwa kebun bunga,  Ayah kerja-bengkel
6.    Tokoh
1.    Buyung
2.    Ayah
3.    Ibu
4.    kakek
7.    Amanat
v  Menangis ialah kesia-siaan dengan senyum habislah penderitaan
v  Kalau jiwamu tenang perbuatanmu sopan kalau jiwamu gelisah perbuatanmu kasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL SKRIPSI PERAN DAI DALAM MENGANTISIPASI KRISTENISASI DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN METRO KIBANG

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PROGRAM KERJA KOLEKTIF KPM IAIN METRO 2018